Utarakan.

Ada yang bilang kalau lirik sebuah lagu adalah roh dari lagu
itu sendiri. Ada beberapa band yang saya senangi karena musiknya, pun ada
beberapa yang awalnya saya suka karena liriknya. Sewaktu jaman sma, disalah
satu warnet di Makassar,  Nasib baik
menghampiri saya. Waktu itu desire milik pure Saturday mengalun merdu di
speaker warnet tersebut. Lamat lamat saya perhatikan musik dan liriknya, dan
boom liriknya ini menarik kalau tak bisa disebut puitis. Setahun berikutnya,
saya membaca sebuah webzine bernama Provoke!, disitu diulas band band yang
menjadi penampil dalam gigs “We are Pop” yang di helat Hey folks di Jakarta. Kalau
tidak salah ingat, mereka membahas soal Early Express, Monkey to Millioner
hingga The trees and the wild. Berawal dari webzine tersebutlah, saya iseng
mencari mp3 dari The trees and the wild. Malino adalah lagu pertama yang saya
nikmati, sekaligus menjadi yang paling saya senangi di album Rasuk.

Senada
Kau rindukan waktu yang pergi Datanglah kembali padaku “
menjadi
bagian yang paling cakep dari lagu ini. Beberapa tahun lewat hingga medio 2016,
saya mendengar album baru milik banda neira. Ekspektasi saya tidak meleset,
album “yang patah tumbuh yang hilang berganti” milik mereka berhasil membuat
saya memasukkan lagu lagu mereka di playlist heavy rotation. Namun jika boleh
memilih, lirik lagu utarakan adalah yang paling memorable sekaligus paling saya
senangi.

Walau tak semua tanya Datang beserta
jawaban

Dan tak semua harapan terpenuhi

Ketika berbicara juga sesulit diam

Utarakan
utarakan utarakan”

Mendengar lirik lagu mereka selalu membuat saya teringat
akan kata Introvert, atau tentang segala ketakutan dan ragu yang datang takkala
tidak bisa mengatakan sesuatu. Kadang dalam hidup, ada hal yang sangat kita
inginkan tapi kita tidak berani mengungkapkan atau melakukan hal tersebut,
sampai kesempatan itu pergi. Lagu ini juga menjadi penanda ketika inferiority
complex menghampiri. Ada hari dimana kita akan sadar jika kita akan kalah jika
kita tak berani mempertauhkan.

“Dan
hari ini takkan kau menangkan

Bila
kau tak berani mempertaruhkan”


*photo by Joe Beck via Unsplash.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *