arah

Ada salah satu kalimat yang saya suka ketika menonton film 3 hari untuk selamanya yang saya ingat terus hingga sekarang. Dalam salah satu scene-nya yusuf cerita sama ambar soal kehidupan dalam perjalanan mereka ke Jogja. Yusuf cerita kalau akan ada masa ketika umur kita di angka 27, kita akan membuat keputusan penting, titik arus balik tentang kemana kita akan berjalan selama sisa hidup kita. Scene di film ini juga mengingatkan saya dengan kata kata “Quarter Life Crisis” hehe, ada juga yang bilang kalau di fase ini (yang umumnya dialami pada rentang 20 hingga 25) kita akan mencari jati diri kita, menentukan kerah mana kita akan dibawa (tapi saya lebih sepakat kalau jati diri itu dibentuk bukan dicari). Ada juga yang bilang kalau arus balik perempuan dan laki laki itu berbeda, Perempuan di umur 20 hingga 23, kalau laki laki lebih banyak sadar di umur 25. Nah balik ke scene film 3 hari untuk selamanya nih, ada 1 kalimat lagi yang gw inget hehe, kalimatnya gini : “Gue takut gue bukan apa-apa?” || “Maksudnya?” || “Gue takut gue nggak bisa jadi apa-apa.” || “Hidup kan tentang perjuangan lagi, Bar. ”. bagi sebagian orang, kata kata ini cukup klise, tapi kadang kalau lagi down kata kata ini cukup bisa membuat saya jadi lebih punya energi lagi.

dan malam ini, saya tiba tiba kepikiran Bagaimana kalau tiba tiba kita bisa baca takdir kita sendiri ya? tentang kapan kita berpindah dunia misalnya?

pas nulis ini sebenarnya saya agak takut sendiri buat jawabnya.. anjir serem sebenarnya kalau mikirin..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *